Jumat, 29 Juni 2012

Kesesatan Wahabi

Assalamu'alaikum wr.wb.

Salam sejahtera kepada seluruh umat Islam yang berbahagia. disini kami ingin menyampaikan sedikit mengenai paham wahabi yang sesat dan menyesatkan.

Disini kami mengambil sebuah contoh daripada Hadist Nabi Muhammad saw.

"Tiap-tiap yang Bid'ah adalah Dhalalah(sesat), dan tiap-tiap Dhalalah(sesat) akan masuk kedalam neraka".


Mengenai hadist tersebut para petinggi wahabi mengklaim bahwa sanya, seluruh bid'ah itu adalah sesat. Namun apabila kita mengkaji lebih mendalam lagi mengenai Hadist tersebut dalam ilmu Nahwu dan Sharaf, maka kita akan mengetahui maksud dari pada Hadist Nabi tersebut.

Rabu, 27 Juni 2012

Amalan yang Bermanfaat Bagi Mayit


Allah Ta’ala berfirman,
وَأَنْ لَيْسَ لِلإنْسَانِ إِلا مَا سَعَى
“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (QS. An Najm: 39).
Dari ayat ini, sebagian ulama mengatakan bahwa usaha orang lain tidak akan bermanfaat bagi si mayit. Namun pendapat ini adalah pendapat yang kurang tepat. Syaikh As Sa’di mengatakan bahwa ayat ini hanya menunjukkan bahwa manusia tidaklah mendapatkan manfaat kecuali apa yang telah ia usahakan untuk dirinya sendiri. Ini benar dan tidak ada perselisihan di dalamnya. Namun ayat ini tidak menunjukkan bahwa amalan orang lain tidak bermanfaat untuk dirinya yaitu ketika orang melakukan amalan untuknya. Sebagaimana pula seseorang memiliki harta yang ia kuasai saat ini. Hal ini tidak melazimkan bahwa dia tidak bisa mendapatkan harta dari orang lain melalui hadiah yang nanti akan jadi miliknya.

3 Bekal Amar Ma'ruf Nahi Mungkar


Sebuah faedah ilmu yang sangat berharga dari ulama besar masa silam Ahmad bin ‘Abdul Al Haroni yang dikenal dengan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Beliau memberikan nasehat bagaimana kita seharusnya beramar ma’ruf nahi mungkar yaitu mengajak pada kebaikan dan melarang dari kemungkaran.
Syaikhul Islam mengatakan, “Orang yang ingin beramar ma’ruf nahi mungkar semestinya memiliki tiga bekal yaitu: [1] ilmu, [2] lemah lembut, dan [3] sabar. Ilmu haruslah ada sebelum amar ma’ruf nahi mungkar (di awal). Lemah lembut harus ada ketika ingin beramar ma’ruf nahi mungkar (di tengah-tengah). Sikap sabar harus ada sesudah beramar ma’ruf nahi mungkar (di akhir). ”
Berikut rinciannya yang kami olah dari pembahasan Syaikhul Islam.