Senin, 11 Juni 2012

Ada Pemurtadan Lewat Nyanyian


Bagi Ummat Islam yang gigih mempertahankan Islam dan jeli, akan mudah mengerti bahwa di dunia ini ada upaya-upaya pemurtadan yang tidak henti-hentinya. Jalur-jalur yang ditempuh untuk menarik-narik Ummat Islam agar meninggalkan agamnya itu pun aneka macam. Ada yang menempuh jalur pendidikan tinggi Islam se-Indonesia dengan cara mengubah kurikulumnya dari Ahlis Sunnah diubah jadi Mu’tazilah kemudian dibablaskan sekalian dengan mengerahkan tenaga-tenaganya untuk memasarkan kemusyrikan baru yang kini disebut pluralisme agama. Maka metode memahami Islam bukan lagi dengan metode yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, diwarisi para sahabat, tabi’ien, tabi’it tabi’in dan dilanjutkan oleh para ulama berupa manhaj (metode pemahaman) yang selamat, namun metode sosiologi agama model Barat, yakni menganggap agama itu hanya fenomena social. Sehingga tidak dirujukkan kepada wahyu lagi, namun dicukupkan pada gejala yang ada di masyarakat. Sehingga semuanya dianggap sah-sah saja. Sampai Ahmadiyah yang jelas-jelas nabinya palsu, kitab sucinya palsu, dan tempat sucinya palsu pun dianggap sah, bahkan dibela. Itulah pendidikan terbalik dan sekaligus pemurtadan secara sistematis, namun diterapkan di perguruan tinggi Islam seluruh Indonesia. Ini musibah besar.
Masih pula ditanamkan racun-racun yang disuntikkan untuk meragukan Al-Qur’an lewat memasukkan metode hermeunetik yang diadopsi dari kemusyrikan Yunani kuno kemudian diambil oleh Yahudi, kemudian oleh Nasrani, kemudian oleh murid-murid Yahudi dan Nasrani di perguruan-perguruan tinggi di Barat ataupun sekuler lainnya diusung ke IAIN/ UIN di mana-mana untuk mengkaji Al-Qur’an.

50 Manfaat doa dan dzikir (mengingat Allah)


Manfaat doa dan dzikir banyak sekali, bisa mencapai seratus lebih. Kami sebutkan sebagian diantaranya:
  1. Mendatangkan keridaan Allah swt
  2. Mengusir syaitan, menundukkan, dan mengenyahkannya
  3. Menghilangkan kesedihan dan kemuraman hati
  4. Mendatangkan kegembiraan dan ketenteraman hati
  5. Menguatkan hati dan badan
  6. Membuat hati dan wajah berseri

Minggu, 10 Juni 2012

Nasehat Bagi Penuntut Ilmu


Sebagian orang memiliki semangat yang tinggi untuk belajar ilmu Syar’I dan meraihnya. Ia memulai belajarnya dengan “ Al Mughni “ karya Imam Ibnu Qudamah -rahimahullah- , atau “ Majmu’ Fatawa” karangan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullah- , atau kitab “Fathul Baari Syarah Shahih Bukhori “ karangan Imam Ibnu Hajar Al Atsqolani -rahimahullah- . Dia ingin menyelesaikan membaca kitab besar ini. Dia menyangka bisa menghabiskannya dalam sebulan atau dua bulan dan akan langsung menjadi ulama yang luas ilmu agamanya. Namun, baru saja dia membuka karya besar ulama Salaf ini, dia sudah mendapatkan istilah-istilah dan rumus-rumus sulit yang dia sendiri tidak tahu maknanya. Dia merasa tidak ada yang bisa ia pahami dari yang dibacanya tersebut. Akhirnya, dia meninggalkan belajar dan tidak ingin lagi belajar selamanya. Inilah salah satu kesalahan besar yang terjadi pada sebagian penuntut ilmu syar’I yaitu keinginannya untuk menaiki tangga ilmu syar’I dalam sekali lompatan dan loncatan, hingga ia jatuh dan hancur semangat dan keinginannya untuk belajar. Padahal seharusnya dia menapaki tangga satu demi satu, sedikit demi sedikit dengan penuh sabar dan ketekunan. Dimulai dari kitab yang kecil, berpindah kepada pertengahan baru kemudian sampai pada kitab yang besar. barangsiapa tergesa-gesa sebelum waktunya, maka ia akan terhalang darinya dan tidak akan mendapatkannya.
 Inilah Tahap-tahap dalam menuntut ilmu :